Opini

Memahami dan Melawan Operasi Pengaruh (OP)

Editorial
Irfan Wahyudi
22 March 2025
cover

Usaha untuk memanipulasi pemilih telah mengancam pemungutan suara di seluruh dunia. Demokrasi dunia terancam dengan adanya usaha memanipulasi percakapan digital. Para profesional yang dibayar, agen yang didukung pemerintah, dan para amatir yang terdorong oleh ideologi telah mengancam ruang-ruang digital kita. Mereka punya sokongan untuk mengakses sarana yang kuat dan menyasar platform yang lemah dari segi keamanan.

Kejadian-kejadian misinformasi dan manipulasi online terus muncul. Kita belum lupa tentang parahnya misinformasi yang terjadi saat Pandemi. Juga bagaimana perpecahan yang terjadi pada Pemilihan Umum tahun 2014, 2019 dan 2024 karena banyaknya misinformasi, disinformasi, dan malinformasi di dunia maya. Dua cara untuk memanipulasi pemilih adalah misinformasi dan operasi pengaruh/OP (influence operations/IO). Misinformasi berarti kreasi dan penyebaran informasi palsu dan menyesatkan, apakah dengan sengaja ataupun tidak. Sedangkan OP adalah proyek yang bertujuan untuk mengarahkan bagaimana seseorang melihat dunia.

Misinformasi dan OP saling berkaitan. OP dapat berbentuk penyebaran misinformasi, namun juga dapat berbentuk dukungan terhadap sebuah fakta yang dibesar-besarkan di percakapan online. Pertahanan terbaik melawan OP adalah dengan memastikan publik mengetahui dan mengerti apa yang terjadi. Meskipun OP sulit untuk diidentifikasi dan seringkali didesain dengan halus dan tersembunyi. Kita perlu untuk secara bernas mengungkap narasi palsu dan menginformasikan secara luas ke publik. Kita bisa mengetahui siapa yang ditargetkan, dan yang terpenting, siapa yang berada dibelakang operasi ini. Ini berarti mencari jejaring yang mengorganisir manipulasi dan menyadari kelemahan sistemik yang bisa mengarahkan diskusi online, membuat orang saling berlawanan dan membuat masyarakat bingung dan terpecah-belah.

Upaya untuk memanipulasi publik dapat terjadi hampir di mana saja kita berinteraksi secara online, tidak hanya di platform yang biasa dicurigai seperti Facebook, Instagram, X, atau TikTok. Upaya ini bisa datang dari berbagai spektrum politik, atau memiliki motivasi lain: banyak yang mencoba mengacaukan lingkungan informasi kita bukan karena alasan ideologis, tetapi untuk uang atau kekuasaan.

Ini adalah pekerjaan bersama. Masyarakat harus bergerak melawan operasi-operasi yang bertujuan sempit atas kepentingan kelompok yang haus kuasa. Kita bisa kembangkan cara untuk menggabungkan analisis data skala besar dengan alat-alat jurnalisme investigasi. Kita bergerak bersama para jurnalis di seluruh dunia untuk membantu mereka menyelidiki upaya-upaya lain untuk memengaruhi dan memanipulasi pemilih.

Kita akan berusaha melacak OP hingga ke sumbernya dan mengungkap pelakunya. Kita perlu memastikan bahwa apa yang kita ungkap nantinya akan menjadi dasar untuk pemahaman yang lebih baik tentang modus OP mutakhir, baik bagi pemilih di seluruh negeri, anggota parlemen dan pembuat kebijakan, maupun Komisi Pemilihan Umum itu sendiri. Publik perlu diberdayakan agar memahami ancaman informasi yang mereka hadapi.


Referensi

  1. Okthariza, N., Perkasa, V. D., Rachman, R. (2024). Mengarungi Lanskap Operasi Pemengaruh (Influence Operations) di Indonesia selama Pemilu 2024. Retrieved from https://www.csis.or.id/publication/mengaruhi-lanskap-operasi-pemengaruh-influence-operations-di-indonesia-selama-pemilu-2024/ 
  2. Okthariza, N., Perkasa, V. D., Rachman, R. (2024). Menuju Pendekatan Kolaboratif Mengatasi Influence Operations di Indonesia. Retrieved from https://csis.or.id/publication/menuju-pendekatan-kolaboratif-mengatasi-influence-operations-di-indonesia/