Fact or Hoax

Misleading: Dirut Shell Undur Diri, Indonesia Gelap

Klarifikasi
AD & GI
09 March 2025
cover

Sebuah akun media sosial X, @Jumianto_RK mengunggah gambar tangkapan layar berita dari media Okezone Finance bertajuk, “Direksi Shell Tiba-tiba Mengundurkan Diri, Ada Apa ?” Postingan yang diunggah pada 5 Maret 2025 itu dilengkapi oleh akun @Jumianto_RK dengan tulisan “Di intimidasi kah atau karena penjualan POM Kerang kuning mengalahkan POM tiga serangkai. Indonesia Gelap.” 

Unggahan ini menjadi viral dan mendapatkan 9.6K  likes dan 1.5K repost dalam sehari. Cuitan tersebut semakin meningkat menjadi 11Klikes dan 2K repost dalam kurun waktu tiga hari. Dalam postingan tersebut, @Jumianto_RK menuliskan opininya melalui kalimat yang mempertanyakan apakah informasi tangkapan layar yang diunggahnya karena adanya intimidasi dan seolah menghubungkannya dengan Indonesia Gelap melalui kata ‘Indonesia Gelap’ yang ditambahkan dalam postingannya. Tim FactMeter mencoba melakukan penelusuran pada gambar judul berita yang diunggah oleh Okezone Finance. 

Kami menemukan artikel berita asli yang diunggah pada laman Okezone Finance. Dalam artikel tersebut, dituliskan bahwa Direktur Shell yang mengundurkan diri adalah Huibert Vigeveno dan Zoë Yujnovich. Artikel tersebut memuat informasi, “Pada Januari 2025, Shell mengumumkan bahwa Huibert Vigeveno, Direktur Hilir, Energi Terbarukan, dan Solusi Energi, sekaligus anggota Komite Eksekutif sejak 1 Januari 2020 akan mengundurkan diri setelah 30 tahun pengabdiannya. Pengunduran diri ini efektif per 31 Maret 2025 mendatang. Shell juga mengabarkan bahwa Zoë Yujnovich, Direktur Gas Terpadu dan Hulu juga akan mengundurkan diri efektif 31 Maret 2025.”

Dikutip dari laman Tempo, Zoë Yujnovich, salah satu Direksi Shell yang mengundurkan diri, saat ini telah menjabat sebagai Direktur Non-Eksekutif Unilever plc serta anggota Komite Tanggung Jawab Perusahaan Unilever dan Komite Nominasi dan Tata Kelola Perusahaan (https://www.tempo.co/ekonomi/profil-zoe-yujnovich-direktur-shell-yang-mundur-dan-pindah-ke-unilever–1216669). Sementara, dilansir dari laman Shell Indonesia, pimpinan direksi Shell di Indonesia adalah Ingrid Siburian sebagai President Director & Managing Director Mobility Indonesia, Andri Pratiwa sebagai Managing Director Lubricants Indonesia. Nama kedua tokoh ini masih tercatat menjabat sebagai pimpinan tertinggi Shell Indonesia saat ini. (https://www.shell.co.id/in_id/tentang-kami/profil-pimpinan.html#:~:text=Ingrid%20Siburian%20diangkat%20menjadi%20President,Indonesia%20sejak%201%20Juli%202022)

Berdasarkan temuan di atas, maka dapat dipastikan bahwa:

  1. Direktur Shell yang mengundurkan diri adalah Huibert Vigeveno dan Zoë Yujnovich yang berasal dari Shell Inggris, bukan Shell Indonesia.
  2. Direktur Shell tidak mengundurkan diri karena adanya intimidasi.
  3. Pengunduran Direktur Shell di Inggris tidak berhubungan dengan topik Indonesia Gelap.

Tangkapan layar berita yang diunggah akun X @Jumianto_RK adalah berita fakta, namun narasi yang dituliskan @Jumianto_RK bersifat misleading. Membaca keseluruhan isi berita penting untuk menyimpulkan sebuah peristiwa. 

Fact Matters. #factmeter. 


Referensi